cintaabadi

Search Engine to Find Software and Mp3

Sponsored IMG

Polls

Are You interested in supporting this website by clicking the Google Ads that appear on this website?
 

Newsflash

zoom

All Image is Thumbnail Size

Clik Image for Enlarge In Article

 

logoshareme

Sharing is Caring

angel-of-change-kaskus-ycab

Let's Be Part Of Little Change

Read Here....

Site Search

Supported By







This Site Member of AntiSpam-Crawlers





TopOfBlogs

Free PageRank Checker





Disclaimer

Disclaimer
 
NIKMATILAH KOPINYA BUKAN CANGKIRNYA!
User Rating: / 1
PoorBest 
News - soul-spiritual
Written by mangthjik riche   
Thursday, 23 July 2009 11:43
AddThis Social Bookmark Button

 

 

Sekelompok alumni University California of Bekeley
yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul
dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada
komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur
dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis.
Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara
gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.

Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk
menuang sendiri kopinya.

Sekelompok alumni University California of Bekeley
yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul
dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada
komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur
dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis.
Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara
gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.

Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk
menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi
di tangan, professor itu mengatakan :
“Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah
dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa
dan yang murah saja.

Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya
yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah
yang menjadi sumber masalah dan stress yang
kalian alami.”

“Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak
mempengaruhi kualitas kopi.
Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan
dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan
apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi,
bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar
mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai
memperhatikan cangkir orang lain.”

“Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai
kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi
dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir
bagaikan alat untuk memegang dan mengisi
kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak
mendefinisikan atau juga mengganti kualitas
kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena
berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal
untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.
Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting
dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda
membatasi diri anda dan mengendalikan hidup
anda, anda menjadi orang yang mudah diserang
dan rapuh akibat perubahan keadaan.

Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya
tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan
anda membuat tabungan kesuksesan dalam
kehidupan selain dari pekerjaan anda.

So enjoy your day and work and keep make relationship
with others


blog comments powered by Disqus

Last Updated on Tuesday, 24 November 2009 10:34